Jangan Tunggu Parah! Inilah Gejala dan Pengobatan Terbaik Untuk Skoliosis Ringan

Skoliosis bisa didefinisikan sebagai salah satu kelainan yang terjadi pada lengkung tulang belakang atau kurvatura, hal mana tulang belakang membuat lengkungan ke samping lebih dari 10 derajat. Hingga kini, penyebab dari kelainan ini belum bisa disimpulkan secara pasti.

Secara umum, skoliosis yang kerap mengidap seseorang adalah skoliosis ringan, hal mana skoliosis ini tak menimbulkan indikasi apapun. Namun pada beberapa studi kasus tertentu, deformitas tulang belakang yang terjadi dapat mempersempit volume rongga dada, sehingga mengganggu pernapasan

Skoliosis ringan, melihat gejalanya

Anda sudah bisa disebut terkena skoliosis begitu tulang belakang melengkung ke samping dengan derajat melebihi angkta 10. Namun, sudut melengkung yang masih terbilang kecil tidak akan membawa dampak penyerta. Skoliosis yang masih ringan, diartikan sebagai lengkungan tulang belakang yang masih kurang dari 20 derajat, akan tetapi melebihi 10 derajat.

Apabila dilihat secara sekilas, postur tubuh anda tidak akan terlihat menunjukan sebuah kelainan. Tetapi, tatkala lengkungan tulang belakang mulai menyentuh angka 20 derajat, perubahan fisik mulai bisa dilihat dengan kasat mata. Biasanya, tubuh anda akan tidak simetris lagi, dan itu bisa mempengaruhi bagaimana cara anda berpakaian.

Skoliosis yang kerap terjadi, biasanya menyerang mereka yang dalam proses pertumbuhan sebelum masa pubertas tiba, yakni berkisar anak berusia 10 hingga 15 tahun.

Baik itu laki-laki maupun perempuan, remaja ini memiliki potensi sama terkena gangguan tulang belakang ini. Apalagi, bagi mereka yang memiliki berat badan tak terkendali, bahkan perawatannya pun terbilang lebih rumit. Dibandingkan justifikasi penyakit turunan, Skoliosis lebih dikaitkan dengan kelainan genetik semenjak janin dalam kandungan.

Gejala skoliosis ringan

Banyak orang yang kerap kali tidak menyadari bahkan cenderung mengabaikan adanya kelainan Skoliosis. Namun, beberapa penanda Skoliosis berikut ini bisa diidentifikasi:

  • Tulang belikat yang terlihat lebih menonjol
  • Lihatlah simetrisitas antara bahu kanan dan kiri
  • Pinggan mengalami perubahan postus asimetris
  • Pinggul tampak besar satu sisi saja
  • Nyesi pada punggung
  • Pada remaja perempuan, biasanya memiliki ukuran payudara yang berbeda antara kiri dan sisi kanan

Pengobatan cara mengatasi skoliosis ringan

Sebagai upaya pengobatan, Skoliosis memerlukan tindakan sesuai tungkat parah atau tidaknya. Selain itu, pengobatan akan melihat aspek usia, serta bagaimana kondisi tulang punggung si pasien. Berikut ini, lebih lengkapnya:

Terapi skoliosis pada anak-anak

Pengobatan masih belum bisa dilakukan apabila Skoliosis masih tergolong ringan, apalagi dengan bertambahnya usia, tulang belakang bisa saja kembali ke posisi normalnya. Meski demikian, orang tua tetap harus melakukan pengawasan secara agar memastikan kondisinya tulang belakangnya tidak semakin parah.

Pemeriksaan rutin yang dilakukan dokter bisa melihat tingkat keparahan dari perkembangan kondisi tulang yang melengkung. Dokter nantinya akan merekomendasikan untuk melakukan pemeriksaan foto rontgen. Foto rontgen ini bisa memperlihatkan tingkat kelengkungan tulang.

Apabila skoliosis yang diderita cukup parah, dokter akan meminta untuk menggunakan penyangga tulang belakang. Fungsi dari penyangga tulang ini untuk mencegah lengkungan tulang belakang supaya tidak semakin parah, tetapi tidak bisa membuat tulang kembali lurus seperti semula.

Terapi Skoliosis pada orang dewasa

Bagi orang dewasa, Skoliosis bisa berupa obat yang mampu meredakan nyeri. Selain itu, kadang dokter akan melakukan suntik kostikusteroid pada bagian rongga tulang belakang untuk melunakan jaringan tulang belakang.

Selain dari informasi di atas, anda bisa membaca artikel seputar Skoliosis di platform kesehatan digital dari Halodoc.com. Di sana, banyak sekali artikel yang akan memberikan solusi terbaik bagi setiap permasalahan anda.